Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 April 2019

Kejadiannya Adam - Perspektif Islam



Belia adalah makhluk yang pertama kali diciptakan allah ta'ala. Beliau dijadikan dari tanah dengan bentuk rupa manusia, lalu ditiupkan ruh ke dalamnya.
Kalamullah di dalam al-quran:

وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ

Artinya :
"dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia (adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". - (QS. Al-hijir : 26)

Oleh karenanya adam as. Asal musabaqah seluruh manusia. Sebelum allah menciptakan adam, terlebih dahulu dia menjadikan bangsa jin dari api yang sangat panas.
Firman allah ta'ala :
وَٱلۡجَآنَّ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ

Artinya :
"dan kami telah menciptakan jin sebelum (adam) dari api yang sangat panas". - (QS. Al-hijir : 27)

Setelah allah menjadikan dengan sebaik-baik bentuk dan rupanya, maka isi surga (malaikat) sama bersujud kepadanya, kecuali iblis. Mereka sama bersujud kepada adam atas perintah allah dan menghormatinya. Hanya iblis sajalah yang tetap membangkang.
Kalamullah dalam al-quran:

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ
Artinya :
"Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat : "Sujudlah kamu kepada adam!" maka sujudlah mereka kecuali Iblis".

Setelah adam dijadikan allah, lantas beliau di tempat allah di dalam surga dikala itu. Lalu allah menciptakan hawa sebagai jodohnya. Kemudian keduanya mempunyai keturunan yang banyak, turun temurun sehingga dunia ini penuh dengan manusia laki-laki dan perempuan.

Ibnu abbas ra. Berkata : allah ta'ala menciptakan tubuh adam dari segala penjuru bumi dunia. Adapun kepalanya dari debunya ka'bah, dadanya dari segala penjuru bumi, punggungnya dan perutnya dari debu hhindia tangan ya dari debu tanah masyrik dan kakinya dari debunya arah maghrib.

Dalam riwayat yang lain wahab bin manbah menerangkan: allah ta'ala menciptakan adam as. Dari bumi-bumi yang tujuh, adapun kepalanya dari bumi pertama, lehernya dari bumi ke dua, dadanya dari bumi ke tiga, tangannya dari bumi ke empat, punggung dan perutnya dari bumi ke lima, paha dan pantatnya dari bumi ke enam, dan betisnya dari bumi ke tujuh.

Dalam riwayat yang lain ibnu abbas ra. Berkata: allah swt. Menciptakan adam as. Kepalanya dari debunya tanah baitul maqqdas, mukanya dari debu surga, telinganya dari debu gunung tursina, keningnya dari debu tanah irak, giginya dari debu kautsar, tangannya yang kanan beserta jari-jarinya dari debunya ka'bah, tangannya kiri dari debunya negeri paris, kedua kakinya beserta betisnya dari debu tanah hindia, tulangnya dari debunya gunung, auratnya dari tubuhnya babil, punggungnya dari tubuhnya negeri irak, perutnya dari gabungan dari debunya khurasani, hatinya dari tubuhnya surga firdaus, lesannya dari tubuhnya negeri tha'if,  kedua matanya dari tubuhnya telaga.
-        Adapun ketika kepalanya dijadikan dari debu nya baitul muqaddas maka kepala itu menjadi tempatnya akal pikiran, kecerdikan, dan kecakapan.
-  Tatkala kedua telinganya (terjadi) dari debunya gunung tursina, lalu menjadi tempatnya menerima nasehat.
-      Tatkala keadaan keningnya dari debunya negeri irak, maka menjadilah tempatnya bersujud kepada allah ta'ala.
-     Sewaktu mukanya terjadi dari debunya surga maka menjadilah pusatnya keindahan dan perhiasan.
-    Tatkala keadaan giginya terjadi dari debunya kautsar maka menjadi tempatnya kemanisan.
-     Ketika keadaan tangan kanannya terjadi dari debunya ka'bah, maka menjadilah tempatnya keberkahan dan pertolongan dalam kehidupan dan sosial.
-       Dikala tangan kirinya dijadikan dari debunya negeri paris maka sebagai tempatnya kesucian dan kebersihan.
-  Ketika kejadian perutnya dari debunya negeri khurasan, maka menjadi lah tempatnya lapar ketika orangnya terjadi dari debu nyatakan ababil makanan menjadilah tempatnya syahwat, prasangka, dan pembujuk.
-  Tatkala tulangnya terjadi dari debunya gunung maka menjadilah tempat yang padat.
-        Sewaktu hatinya terjadi dari debunya surga firdaus maka menjadilah tempatnya iman.
-     Tatkala lesannya terjadi dari debunya tanah ths'if maka menjadilah tempatnya syahadat, tadharru' dan berdoa kepada allah ta'ala.

Dan allah menjadikan pada diri adam ada tujuh lubang pada kepalanya yaitu kedua matanya kedua telinganya, kedua hidungnya dan mulutnya. Begitu pula dua lubang pada tubuhnya yaitu hatinya dan duburnya.

Dan allah menjadikan baginya panca indra:
-        Penglihatan pada mata.
-        Pendengaran pada dua telinga.
-        Pengecap dalam mulut.
-        Peraba pada kedua tangan.
-        Pencium dalam hidung.

Diterangkan pula bahwa suatu allah akan meniupkan ruh adam as. Ia memerintahkan ruh untuk masuk ke dalam tubuhnya adam. Disebutkan pula bahwa masuknya ruh adalah dari otaknya lalu ruh itu berputar selama 200 tahun. Kemudian ruj itu turun pada kedua matanya lantas melihat pada dirinya. Selanjutnya ia melihat lempung yang kering. Dan setelah sampai pada kedua telinganya lalu ia mendengar tasbihnya malaikat.

Kemudian turun pada hidungnya sehingga ia bersin. Setelah ia bersin, lalu ruh itu turun ke mulut dan kedua telinganya, maka allah mengajarkan kepada adam supaya mengucap "Alhamdulillah" dan allah menjawabnya dengan ucapan "Yarhamuka Rabbuka Ya Adam". Lalu ruh turun ke dadanya dan adam tergesa-gesa ingin berdiri tapi tidak kuasa.

Dan itulah sebagaimana allah ta'ala berfirman :

وَيَدۡعُ ٱلۡإِنسَٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِٱلۡخَيۡرِۖ وَكَانَ ٱلۡإِنسَٰنُ عَجُولٗا
Artinya :
"dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa" - (qs. Al-isra ayat: 11)

Setelah ruh itu sampai pada perutnya, lalu adam menginginkan makanan. Kemudian ruh menjadi rata dalam seluruh tubuhnya, dan menjadilah daging, darah, kulit, dan otot.

Lalu allah ta'ala memakaikan kuku, dimana setiap hari bertambah dengan kebaikan dan keindahan. Maka apabila berbuat dosa allah mengganti kuku itu dengan kulit. Dan tetaplah kuku itu pada jari-jarinya agar ia ingat tentang hal itu dari asal mula terjadinya.

Kemudian allah swt. Menyempurnakan kejadian adam as. Dan ia meniup ruh ke dalamnya dan ia memberi pakaian dari pakaian surga, dan cahaya muhammad yang menerangi wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

Lalu diangkat di atas ranjang dan dipikul pada leher para malaikat, dan allah menyeru kepada mereka : "bertawaflah kamu semua dengan adam keseluruhan langi dengan ranjangnya agar ia menyaksikan keajaiban dan apa saja yang berada di dalamnya".

Maka bertambahlah keyakinan adam, dan berkata lagi para malaikat : "rabbana sami'na wa atha'naa" (wahai tuhan kami, kami memperhatikan dan mentaati).

Para malaikat terus membawa adam pada leher-leher mereka. Mereka sama mengelilingi langit-langit kurang lebih 100 tahun. Kemudian allah membuatkan kuda untuk adam dari misik yang putih yang baunya semerbak mewangi. Kuda itu disebut kuda maimun, ia mempunyai dua sayap dari intan dan marjan. Lalu adam menaikinya dan jibril yang memegang kendalinya, mikail disebelah kanannya dan israfil disebelah kirinya.

Mereka beserta adam terus mengelilingi seluruh langit dan ia memberikan salam kepada para malaikat dengan ucapan : "Assalamualaikum", mereka menjawab : "Waalaikumussalam". Kemudian allah swt. Berkata : "wahai adam inilah penghormatanmu dan penghormatan para mu'minin dari anak turunmu dari antara mereka semua di hari kiamat kelak.


Sabtu, 30 Maret 2019

Terjadinya Alam Semesta

Hasil gambar untuk alam semesta

            Berjuta tahun yang sudah silam, semua itu tidak ada. Tidak ada langit, tidak ada bumi, gunung-gunung tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang, sungai-sungai, lautan-lautan, benda-benda diangkasa (bulan, bintang, matahari), dan manusiapun belum ada. Begitu juga para malaikat, jin-jin, iblis-iblis pun belum ada. Lantas apa dan siapa yang ada dikala itu? yang ada hanyalah Allah Ta’ala.
Kalamullah dalam Al-Quran menyebutkan:


هُوَ ٱلۡأَوَّلُ وَٱلۡأٓخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلۡبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ ٣

Artinya:
“Dialah yang awal dan yang akhir, yang zhahir dan yang bathin ; dan dia maha mengetahui segalanya”.
(QS. Al-Hadid:3)

Jelas menurut kalamullah di atas, bahwa Allahlah yang mula pertama telah ada sebelum segala sesuatu ada dan tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yang nyata adanya karena banya bukti-buktinya dan tidak dapat digambarkan hikmat zat-NYA oleh akal.

Kemudian dengan Kodrat dan Iradat-Nya, Allah menciptakan alam semesta ini dalam 6 periode (masa). Sebagaimana Firman Allah Ta’ala:

وَهُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ وَكَانَ عَرۡشُهُۥ عَلَى ٱلۡمَآءِ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۗ وَلَئِن قُلۡتَ إِنَّكُم مَّبۡعُوثُونَ مِنۢ بَعۡدِ ٱلۡمَوۡتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ٧

Artinya:
“dan Dialah yang menciptakan lagit dan bumi dalam enam masa. Dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya”.
(QS. Hud : 7)

Dalam menciptakan alam semesta, Allah hanya cukup mengucapkan “KUN (jadilah)!. Maka terciptalah apa yang dikehendaki-Nya, tanpa bantuan siapapun.

Allah berfirman:
إِنَّمَآ أَمۡرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيۡ‍ًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ٨٢


Artinya:
“Sesungguh-Nya keadaannya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “jadilah!” maka terjadilah ia”.
(QS. Yasiin : 82)

Sehingga yang tadinya tidak ada menjadi ada. Yang tadinya hampa dan kosong menjadi rupa dan berbentuk. Akhirnya terciptalah alam semesta ini yang terdiri dari langit, bumi dan seisinya, yakni matahari, bulan, bintang, tumbuhan, gunung, samudra, lautan, binatang. Dan Allah juga menciptakan makhluk-makhluk halus seperti iblis/syaitan-syaitan, malaikat-malaikat dan jin-jin seta makhluk lainnya.

Dengan demikian, maka setiap siang dan malam kita dapat menyaksikan itu semua, yaitu alam disekeliling kita. Maka, benarlah Firman Allah Ta’ala:

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ إِذۡنِهِۦۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُوهُۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ٣

Artinya:
“sesungguhnya tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas arasy (singgasana) untuk mengatur segala urusan”.
(QS. Yunus : 3)

Oleh karena itu, marilah kita berfikir akan keagungan, kebesaran dan kekuasaan Allah  serta segala apa saja yang telah diciptakan oleh-Nya. Bagaimana langit di tinggikan tanpa tiang, bagaimana bumi dibentangkan, bagaimana gunung ditegakkan dan bagaimana unta itu dijadikan? Itulah tanda kekuasaan Allah.

Selanjutnya ada disingkapkan dalam suatu riwayat, bahwa Allah Ta’ala menjadikan sebuah pohon yang bercabang empat. Ia menamainya pohon yakin. Kemudian Allah menjadikan nur Muhammad dalam hijab dari intan permata yang putih seperti burung thawus (burung merak) dan Ia meletakkannya pada pohon yakin itu. maka thawus itu bertasbih pada pohon itu selama 70.000 tahun. Lalu Allah menjadikan cermin haya’ (malu) dan diletakkan di muka thawus. Setelah thawus melihat bentuk rupanya dalam cermin dengan sebaik-baik dan seindah-indah bentuk dan lebih indah gerakannya, maka ia merasa malu kepada Allah sehingga ia berkeringat.

Kemudian nur Muhammad itu bersujud 5 kali. Inilah kita diwajibkan bersujud waktu pada waktu-waktu tertentu. Oleh karenanya Allah Ta’ala mewajibkan shalat lima waktu kepada Muhammad saw. beserta umatnya.

Selanjutnya Allah memandang kepada itu. karena malunya kepada Allah, maka berkeringatlah nur Muhammad itu dan:
1.      Dari keringat hidungnya nur, Allah menjadikan para malaikat.
2.      Dari keringat wajahnya, Allah menjadikan Arasy, kursy, Lauh, Kolam, matahari, bulan, hijab-hijab, bintang-bintang dan apasaja yang ada di langit.
3.      Keringat dari dadanya, Allah menjadikan para nabi, rasul-rasul, ulama, syuhada dan shalihin.
4.      Keringat dari punggungnya, Allah menjadikan Baitul Makmur, Ka’bah, Baitul Mukaddas dan tempat-tempat masjid seluruh dunia.
5.      Keringat dari kedua alisnya, maka Allah menjadikan umat Muhammad dari golongan mu’min dan mu’minat, muslimin dan muslimat.
6.      Keringat dari kedua telingatnya,  Allah menjadikan ruh-ruh yahudi, Nashara, Majusi dan sebangsanya seta golongan orang-orang yang sama lacut dan buas dan orang-orang munafik.
7.      Dari keringat kedua kakinya, Allah menjadikan bumi dan seisinya dari arah timur sampai arah barat.

Kemudian Allah swt. berkata kepada nur itu:
“lihatlah mukamu wahai nur Muhammad saw.”

Maka beliau melihat dimukanya berupa nur, di belangkangnya berupa nur, dan disebelah kanan kirinya juga berupa nur. Dan mereka itu adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali (semoga Allah meridhai mereka).

Kemudian nur itu bertasbih selama 70.000 tahun. Dan Allah menjadikannya nurnya para nabi adalah dari nur Muhammad saw. Lalu Allah memandang kepada nur itu, maka dari nur itu terciptalah ruh-ruh mereka, yakni ruh-ruh para nabi dijadikan dari keringat ruh Muhammad saw. Dan Allah menjadikan ruh ummat para nabi adalah dari keringat para nabi mereka. Maksudnya bahwa ruh-ruh setiap ummat dijadikan dari keringat ruh nabinya. Adapun ruh-ruh para mu’minin dijadikan dari ummat Muhammad saw. oleh karenanya mereka sama mengucapkan :

“Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah”

Selanjutnya Allah menjadikan lampu terbuat dari akik yang merah. Bagian yang luar dapat terlihat dari dalamnya. Dan Allah menciptakan bentuk Muhammad, lalu Ia meletakkannya pada lampu itu. maka beliau berdiri di dalamnya sebagaimana berdirinya di waktu salat. Kemudian nurnya para nabu sama mengelilingi disekitar nur Muhammad saw. sambil membaca tasbih, dan membaca tahlil selama 100 tahun. Selanjutnya Allah memerintahkan ruh-ruh untuk melihat bentuknya. Maka ruh-ruh itu sama melihatnya.

*      Sebagian ruh ada yang memandang kepalanya, maka ia menjadi khalifah dan ratu (presiden) dari para makhluk.
*      Ada yang melihat keningnya, lalu ia menjadi raja yang adil.
*      Ada yang melihat kedua matanya, lalu ia menjadi orang yang menghapal kalam Allah Ta’ala.
*      Ada yang melihat kedua aliasnya, maka ia menjadi diplomat/advokad.
*      Ada yang melihat kedua telinganya, maka ia menajadi pendengar dan penerima petunjuk.
*      Sebagian ruh itu ada yang melihat kedua pipinya, maka ia menjadi orang yang bagus rupa dan akalnya.
*      Sebagian itu ada yang melihat bibirnya, maka merka akan menajdi patih (menteri).
*      Ada yang melihat hidungnya, maka ia menjadi, hakim, dokter, dan cerdik cendikia.
*      Ada yang melihat kepada mulutnya, maka menjadilah orang yang ahli berpuasa.
*      Ada yang melihat giginya, maka menjadilah pria dan wanita yang  cantik rupawan.
*      Ada yang melihat lesannya nur, maka menjadilah utusan diantara para raja.
*      Ada yang memandang tenggorokannya, maka jadilah ahli berpidato (muballig), pemberi nasehat dan mu’adzin.
*      Ada pula yang meliaht janggutnya, maka menjadilah ahli jihad fi sabilillah.
*      Ada yang memandang kepada lehernya, maka jadilah peracak kuda dan tukang pedang.
*      Ada juga yang memandang lengannya nur yang kanan, maka menjadilah orang yang ahli bekam.
*      Ada juga yang memandang lengannya nur yang yang kiri, maka menjadilah tukang takar.


Selasa, 26 Maret 2019

Kejadiannya Malaikat Maut

Hasil gambar untuk angel wings

Disebutkan dalam suatu riwayat, dikala malaikat maut dijadikan Allah, ia diberi tabir dari para makhluk dengan beribu-ribu tabir yang besarnya dari seluruh langit dan bumi. Andaikata seluruh air lautan dan sungai-sungai dituangkan pada kepalanya, niscaya tak akan jatuh barang setetes pun dari air itu pada bumi.

Adapun arah timur sampai arah baratnya bumi adalah diantara kedua tangannya seperti meja yang di atasnya diletakkan sesuatu dan diletakkan pada kedua tangan seseorang untuk memakannya maka ia memakan apa yang dikehendaki. Begitu pula malaikat maut membalikkan dunia seperti halnya manusia membalikkan  dirhamnya diantara kedua tangannya.

Ia diikat dengan rantai, panjangnya dapat ditempuh perjalanan 1000 tahun. Para malaikat tidak akan mendekatinya, mereka tidak akan mengetahui tempatnya.,mereka tidak akan mendengarkan suaranya, dan mereka tidak dapat mengitari seluruh keadaannya dan ia tidak tergantung situasi.

Apalagi Allah menjadikan mati, dan Dia memerintahkan kepadanya, maka ia berkata : "Wahai Tuhanku, apakah mati itu?". Maka Allah memerintahkan hijab-hijab untuk membuka, sehingga malaikat maut itu melihatnya.

Kemudian Allah menyeru kepada para malaikat : "Berdirilah dan melihatlah kalian, ini adalah Maut", maka mereka seluruhnya sama berdiri.

Allah mengatakan kepadanya, "Terbanglah kepada mereka dan kembangkanlah sayapmu, bukalah kedua matamu". Setelah ia terbang, maka malaikat melihat Maut, seketika mereka terpelanting dan pingsan. Setelah mereka sadar seraya berkata : "Wahai Tuhan kami, adakah engkau menjadikan  makhluk  yang lebih besar daripada makhluk ini?".

Jawab Allah : "Aku menjadikannya, dan aku lebih besar daripada Maut dan setiap makhluk pasti merasakannya.

Allah : "Wahai Israil, ambillah itu, Aku memerintahkan kamu untuk mengambil Maut."

Izrail : "Wahai Tuhanku, dengan kekuatan apakah aku mengambilnya padahal ia lebih besar dari aku?"

Maka allah memberikan kekuatan, lalu ia mengambilnya dan tenanglah pada tangannya. Maut berkata : "Wahai Tuhanku, perkenankanlah aku sehingga aku menyeru di langit barang sekali."
Maka allah mengizinkannya, dan ia menyeru dengan suara yang keras :

"Akulah Maut yang memisahkan seluruh antara seluruh kekasih.
akulah Maut yang memisahkan antara suami istri.
akulah Maut yang memisahkan antara anak-anak dan ibu.
Akulah Maut yang memisahkan antara saudara lelaki dan perempuan.
Akulah Maut yang merusak rumah dan gedung gedung.
Akulah Maut yang meramaikan kubur kubur.
Akulah Maut yang akan mencari dan menjumpai kamu sekalian walaupun kalian berada dalam gedung besi yang dipagar rapat dan tinggi-tinggi. Dan makhluk tidak akan kekal kecuali akan merasakan aku."

Adapun bagi orang kafir munafik dan orang yang celaka, apabila Maut mendatangi mereka maka turunlah malaikat Azab dari arah kirinya dengan wajah yang hitam dan mata yang melotot. Para malaikat itu sama mengenakan pakaian azab. Mereka duduk menjauh dari orang-orang itu sehingga datanglah malaikat Maut. Jika malaikat Maut mendatangi salah seorang dari mereka maka ia berdiri di mukanya dengan bentuk rupa yang menakutkan.

Kemudian jiwa seseorang itu berkata, "siapakah kamu dan akan apa kamu?"

Malaikat Maut : "Aku adalah malaikat Maut yang mengeluarkan kamu dari dunia, yang menjadikan anakmu menjadi yatim, istrimu menjadi janda, hartamu menjadi warisan diantara para ahli warismu yang kamu tidak cinta kepada mereka di kala hidupmu. Dan kamu tidak berbuat baik untuk dirimu dan tidak pula untukmu keakheratanmu. Maka pada hari ini aku mendatangi kamu untuk mencabut nyawa mu."

Oleh karenanya jika ia mendengar suara malaikat tadi, ia tentu memalingkan kepalanya ke pagar, tapi ia melihat malaikat mau berdiri di mukanya. Ia malingkan kepalanya ke arah yang lain, tapi ia melihat Maut sudah kediri di mukanya.

Malaikat Maut : "Adakah engkau tidak mengerti aku? Aku adalah malaikat Maut yang telah mencabut nyawa kedua orang tuamu dan kamu melihat keduanya, tapi kamu tidak memperoleh kemanfaatan dari keduanya. Pada hari ini aku mencabut nyamuk sehingga kamu melihat anak-anakmu, kerabatmu dan teman-temanmu, sehingga mereka memperoleh nasihat dari kamu pada hari ini. Aku adalah malaikat maut yang telah merusak orang-orang di abad  yang lalu dari orang yang lebih banyak kekuatannya dari padamu, lebih kaya harta dari kamu, lebih banyak anak daripada anak-anakmu."

Adapun Allah menjadikan dunia dengan satu bentuk.

Dunia : "Wahai orang yang maksiat adakah kamu tidak malu kepadaku? Kamu berbuat dosa di dunia, dan kamu tidak mencegah dirimu dari kemaksiatan. Sesungguhnya kamu membutuhkan aku, tapi aku tidak membutuhkan kamu. Kamu tidak mau membedakan yang halal dan yang haram. Kamu beranggapan tidak akan meninggalkan dunia. Sesungguhnya aku bebas dari kamu dan dari amalmu."
orang itu melihat hartanya sudah berada dan sudah menjadi milik orang lain.

Harta : "Wahai orang-orang yang maksiat, kamu mencari aku tanpa hak dan kamu tidak membelanjakan aku, serta tidak menyedekahkan aku kepada fakir miskin. Pada hari ini telah tiba menjadi milik orang lain dari kamu."

Demikianlah sebagaimana firman Allah swt. :
يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ

artinya :
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
(QS. As-Syu'ara : 88-89)

Orang-orang kafir berkata, sebagaimana firman Allah Ta'ala :
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ لَعَلِّيٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحٗا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كَلَّآۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَاۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرۡزَخٌ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ

Artinya :
Dia berkata : "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia[1]) agar aku berbuat amal yang shalih dalam hal yang telah aku lakukan."
(QS. Al-Mu'minun :99-100)

Allah Ta'ala berfirman :
قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي ضَرّٗا وَلَا نَفۡعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ فَلَا يَسۡتَ‍ٔۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ


Artinya :
Apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukan nya.
(QS. Yunus : 49)

Kemudian ia mencabut nyawa seseorang. Jika ia orang mukmin maka iya dalam kebagian dan jika ia kafir atau munafik  pasti dalam kecelakaan. Ingatlah firman Allah ta'ala :

Artinya :
Jangan engkau berbuat demikian itu sesungguhnya buku amalan orang-orang yang keluar dari batas kebenaran itu benar-benar akan ditempatkan dalam sijjin.



[1] Orang-orang kafir di waktu menghadapi sakaratul maut, meminta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.

Minggu, 22 Juli 2018

Perempuan yang Haram Dinikahi Karena Musaharah (pernikahan)

 Hasil gambar untuk unclean marriage in islam

Mahram (Arab: محرم) adalah orang yang haram untuk kita nikahi karena sebab keturunan, persusuan dan pernikahan. Dalam islam ada beberapa perempuan yang tidak dapat di nikahi karena hubungan perkawinan (musaharah).  Diantara mereka adalah :

~ Ibu Mertua
Haram menikah dengan ibu mertua seperti disebutkan dalam surah an-nisa’, yaitu :

 وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ


"Dan ibu-ibu istri kalian." (Q.S. An-Nisa' : 23)

keharaman ini berlaku semejak seorang laki-laki melangsungkan akan nikahnya dengan seorang wanita. Keharoman menikahi ibu mertua tersebut dimaksudkan untuk menghormati hubungan yang telah terjalin saat pernikahan dengan anaknya (istri mempelai pria) sebagaimana pula untuk menghormati hubungan nasabnya.

~ Ibu Tiri
Hunungan laki-laki dengan ibu tirinya atau wanita yang menjadi istri ayahnya adalah hungan mahram. Sebab Allah mengharamkan seorang laki-laki menikahi wanita yang telah dinikahi oleh ayahnya sendiri. Sebagaimana di jelaskan dalam Al Qur'an.

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)" (QS An-Nisa: 22)

~ Menantu Perempuan
Seorang laki-laki haram menikahi istri dari anak-anak mereka sendiri. Ini di jelaskan dalam firman Allah : 
,وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ
"(dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu)." (QS. An-Nisa' : 23)

Dan keharamannya berlaku untuk selama-lamanya, meski pun wanita itu barangkali sudah tidak lagi menjadi menantu.

~ Anak Tiri
Jika seorang laki-laki menikah dengan seorang janda yang mempunyai anak perempuan maka haram bagi laki-laki tersebut untuk menikahi anak tirinya itu. Keharaman ini berlaku untuk selamanya, walaupun ibunya sudah meninggal atau ditinggal cerai. Namun, boleh menikahi anak tirinya jika laki-laki tersebut menceraikan istrinya dan dia belum mencampuri istrinya selama pernikahannya.
Seperti firman Allah :

وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ

 ,عَلَيْكُمْ 
"(Dan haram menikahi) anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya." (QS. An-Nisa' : 23)



 

Nona Alviena Published @ 2014 by Ipietoon